CERITA ASAL BANGSA JIN DAN SEGALA DEWA-DEWA


Naskah Cerita Asal Bangsa Jin dan segala Dewa-Dewa merupakan manuskrip kuno yang diambil oleh Schoemann dari Jakarta (Batavia), antara 1845 dan 1851. Diyakini bahwa naskah tersebut ditulis sekitar tahun 1700 M.




Zollinger, pada suatu suatu waktu memberikan kesaksian pernah melihat sebuah teks kuno pada tahun 1847 M, yaitu naskah CERITA ASAL BANGSA JIN DAN SEGALA DEWA-DEWA. Zolinger berpendapat, secara sepintas dia sebutkan bahwa cerita-cerita tersebut sebagai campuran yang kacau dari berbagai dongeng dan legenda yang menurut saya seperti 'dicomot' begitu saja dari aneka ragam sumber, yang dibuktikan dengan adanya beberapa contoh kekacauan Cerita Asal ini antara lain tentang penciptaan jin yang pertama dan manusia yang pertama serta sifat manusia menurut agama Islam. 


Dalam CAB ditulis bahwa Jin yang pertama diciptakan bernama Jan Manjan yang diciptakan Allah seribu tahun lamanya sebelum manusia yang pertama, yaitu Nabi Adam. Dari mana sumber informasi bahwa Jan Manjan dianggap sebagai Jin Pertama yang diciptakan Allah SWT tidak pernah dijelaskan. Menurut saya, nama JAN MANJAN adalah sebuah kreatifitas Penulis Teks Cerita Asal dalam mengembangkan imajinasi dan memperluas cakrawala ceritanya. Pun demikian juga ditulis bahwa Jan Manjan diciptakan “dari ujung api yang tiada berasap” tidak pernah diketahui darimana sumbernya. 

Dalam naskah tersebut, Nabi Adam dituliskan diciptakan dari keempat anasir: Api, Angin, Air, dan Tanah, yang menghasilkan keanekaragaman “Tabiat, Fill, Laku, dan Untung” manusia, sementara menurut Al-Qur’an, manusia diciptakan “dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam” (Al-Qur’an, 15 : 28, 33).

Pembagian empat unsur dalam diri manusia dalam Cerita Asal tentu saja tidak berasal dari Al-Qur’an, tetapi dari hasil pemikiran generasi-generasi kemudian dengan faham keagamaan yang beraneka-ragam