SULTAN DOMPU KE-18: SULTAN ABDUL RASUL II


SULTAN ABDUL RASUL II adalah Sultan kedelapan belas di Kesultanan Dompoe dengan periode kekuasaan yang sangat panjang, yaitu antara tahun 1809 M sampai dengan tahun 1857 M. Artinya beliau berkuasa sangat lama, selama 48 tahun atau hampir setengah abad lamanya. Beliau adalah putra ketiga dari Sultan Abdul Wahab yang menggantikan kakaknya Sultan Muhammad Tajul Arifin I.

Kehidupan Sosial dan Keagamaan pada zaman Sultan Abdul Rasul II berjalan dengan baik karena selain berperan sebagai pemimpin Pemerintahan yang handal ternyata beliau juga berperan sebagai Pemimpin Keagamaan yang kompeten.

Dan perlu dicatat disini bahwa pada masa kepemimpinan beliaulah terjadinya letusan Gunung terbesar di abad modern, yaitu letusan Gunung Tambora pada tahun 1815. Letusan gunung tersebut membawa kerusakan global karena asap letusan nya mempengaruhi cuaca di wilayah yang ribuan kilometer jauhnya di Eropa, sehingga tahun-tahun tersebut disebut 'Tahun Tanpa Matahari'. 

Karena letusan Gunung tersebut menghancurkan 3 kerajaan dan penduduknya di sekitar Gunung Tambora dan membawa dampak yang sangat besar bagi wilayah Dompu dimana diperkirakan sepertiga dari penduduk Dompu saat itu meninggal dunia dan juga memporak-porandakan istana Bata Ntoi yang ada di Dorobata, beliau akhirnya memindahkan pusat pemerintahannya di  wilayah yang sekarang disebut Kampo Sigi. Di sana beliau membangun sebuah Istana bernama ASI BATA BOU tepat di lokasi Masjid Raya Baiturrahman Dompu sekarang sehingga karenanya beliau disebut juga dengan BATA BOU. 

Saat beliau wafat, beliau dimakamkan di wilayah Bata sehingga bergelar MANURU BATA.