Eksistensi Kerajaan Dompu sebagai salah satu Kerajaan Tertua di Nusantara bagian Timur tentu saja tidak hanya berdasarkan klaim sepihak dari Dompu atau hanya berdasarkan Catatan Lokal.
Eksistensi Kerajaan Dompo juga tercatat dalam beberapa manuskrip kuno Luar Dompu yang telah diakui oleh dunia sebagai catatan penting dan terverifikasi secara ilmiah. Masing-masing Manuskrip tersebut juga kami tulis dalam uraian tersendiri yang lebih lengkap.
Pertama, KITAB PARARATON
Dalam Kitab Kuno bernama Pararaton, tertulis sebuah sumpah atau tekad oleh Mahapatih Gajah Mada yang dikenal dengan nama Sumpah Palapa, dimana Gajah Mada menyebut DOMPO sebagai salah satu Nagari yang harus dikalahkan.
Artinya bahwa saat itu telah ada kerajaan kuat di bagian Timur Nusantara yang sangat diwaspadai oleh Majapahit dan Gajah Mada sehingga harus ditaklukkan, yaitu Kerajaan Dompo.
Tertulis dalam kitab tersebut isi dari Sumpah Sang Mahapatih: "Jika saya telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, DOMPO, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya( baru akan) melepaskan puasa".
Lebih lengkap -Klik disini-
Kedua, KITAB NEGARA KERTAGAMA
Dalam kitab kuno Negara Kertagama juga dicatat tentang Negeri DOMPO dan seorang Panglima besar yang berhasil menaklukkan Negeri Dompo, yaitu Empu / Laksamana NALA.
Ada 2 kali di 2 tempat dimana nama Dompo ditulis dalam kitab Negara Kertagama tersebut, yaitu:
Pupuh 14 angka 3:
Disebelah timur Jawa, seperti yang berikut: Bali dengan Negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah. Gurun serta Sukun, Taliwang, Pulau Sapi, dan DOMPO. Sang Hyang Api, Bima, Seran, Hutan Kendali sekaligus.
Pupuh 72 angka 3:
Keturunan orang cerdik dan setia. Selalu memangku pangkat pahlawan. Pernah menundukkan Negara DOMPO, Serba ulet menanggulangi musuh.
Lebih lengkap -Klik disini-
Ketiga, HIKAYAT SANG BIMA
Hikayat Sang Bima adalah sebuah karya sastra dalam bentuk hikayat yang ditulis di Bima pada awal abad ke-18 oleh seorang dalang bernama Wisamarta yang hidup diera kekuasaan Sultan Hasanuddin (1696 M - 1731 M). Hikayat ini berisi tentang kisah asal muasal Wangsa Kerajaan Bima dan juga Kerajaan Dompu, tentu saja dalam bentuk Karya Sastra dan berdasarkan sudut pandang Kerajaan Bima.
Lebih lengkap -Klik disini-
Keempat, Inventaris van 'SLands Archief t Batavia (1602 - 1816)
Merupakan Catatan pemerintahan Hindia Belanda yang diterbitkan pada tahun 1882M oleh Batavia Landsrukkerij yang berisi aktivitas pemerintah pendudukan dalam berinteraksi dengan Kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara dalam rentang waktu 1602M - 1816M. Interaksi dengan Kerajaan DOMPOE juga ditulis dalam manuskrip kuno ini.
