BANGKITNYA KESADARAN SEJARAH DAN BUDAYA DOMPU

Tahun 2015 adalah tahun dimana diskusi tentang sejarah dan kebudayaan DOMPU memasuki tahap massif. Diskusi di Media Sosial mengambil porsi yang sangat besar dan sangat menyita perhatian publik. Bisa kita sebutkan ada 3 pemerhati Sejarah dan Budaya yang sangat intens berbagi pengetahuan dan kesadaran terkait Sejarah dan Budaya Dompu, yaitu Nurhaidah Asikin, Imran Kasiri dan Penulis sendiri, Adiansyah Dompu

Melihat betapa tingginya antusiasme publik Saat itu yang ingin mempelajari dan memahami sejarah dan budaya Dompu dan itu harus diwujudkan dalam sebuah gerakan, maka pada pertengahan April 2016, penulis terbang ke Dompu dan bersama kawan-kawan seperjuangan yang lain menginisiasi terbentuknya sebuah gerakan kebangkitan Kebudayaan Dompu. 

Kebangkitan Kesadaran sejarah dan Budaya Dompu era Millenial ini kemudian membentuk Gerakan Masyarakat Kembalikan Dompuku dan atas suara mayoritas anggota gerakan ditunjuklah penulis sebagai pemimpin gerakan. 

Seiring waktu, gerakan ini memberikan pengaruh yang cukup besar. Terbentuknya Lembaga Kebudayaan bernama Majelis Sapaju Dana Dompu (MASADANA DOMPU) dan Majelis Sakaka Dana Dompu (MAKKADANA DOMPU), yang keduanya telah banyak berkarya dalam perjuangan Kebudayaan dan Sejarah Dompu, adalah dampak langsung dari gerakan, dimana saudara Ferry Ramadhan yang menjadi Ketua MASADANA dan Saudara Muhammad Redo Iradat yang menjadi ketua MAKKADANA adalah para pejuang yang terlibat langsung dalam Gerakan ini.

Penting dicatat disini bahwa ada beberapa poin yang ingin diwujudkan dalam Gerakan Masyarakat Kembalikan Dompuku ini, yaitu: 
  1. Membangun REPLIKA ASI.
  2. Memperjuangkan Sultan Manuru Kupa sebagai Pahlawan Nasional.
  3. Membangun Museum Kebudayaan.
  4. Menelurusi Literatur-literatur kuno yang mencatat tentang Dompu.
  5. Mengingat jasa para leluhur dengan mengabadikan perjuangannya dengan memberikan nama beberapa jalan dan bangunan dengan nama mereka.