MUHAMMAD TAJUL ARIFIN I adalah Sultan Ketujuhbelas Kesultanan Dompoe yang berkuasa antara tahun 1805 M sampai dengan tahun 1809 M, yaitu selama 4 TAHUN. Beliau merupakan Putra kedua dari Sultan Abdul Wahab Ma Wa’a Ca’u dengan salah satu Selir beliau yang konon berasal dari Bali.
Dalam menjalankan Pemerintahan, beliau terkesan semaunya sendiri dan tidak boleh dibantah. Sikap tersebut menimbulkan sedikit ketidak-stabilan politik. Tetapi di masa kepemimpinan beliau, suhu politik di dalam internal Kesultanan Dompoe bisa dikatakan sudah mulai mendingin. Hampir tidak ada lagi hiruk pikuk perebutan kekuasaan seperti yang dialami beberapa Sultan sebelumnya.
Selain itu, ada beberapa kebiasaan sang Ayah yang menurun kepada beliau, misalnya pesona terhadap para wanita yang membuatnya sering menikah. Dan perlu juga dicatat bahwa di masa kepemimpinan beliau dikatakan sering terjadi bencana Banjir di wilayah Dompu sehingga mendapat gelar MA WA’A MBERE.