Berkuasa antara tahun 1787 M - 1793 M selama 6 TAHUN setelah berhasil Mengkudeta Sultan Abdurrahman dari Singgasananya. Beliau mengangkat putranya Zainal Abidin sebagai Putra Mahkota yang kelak akan menggantikannya.
Sebelum menjadi Sultan beliau menjabat TURELI DOMPU.
Beliau pernah diberi gelar ’Admiral Jenderal’ dikarenakan keberhasilannya dalam memenangkan beberapa peperangan melawan pihak-pihak yang mengganggu wilayah Dompu. Perang besar yang tercatat adalah perang melawan Sumbawa pada tahun 1653M yang berakhir kemenangan besar-besaran untuk Kesultanan Dompoe. Sebuah Tambur yang sangat terkenal di Dompu bernama ’Tambo Lawata Kam’po adalah rampasan perang dalam peperangan ini. Setelah peperangan diadakan perjanjian damai antara Kesultanan Dompoe dengan Sumbawa dan membawa hasil luar biasa berupa penyerahan wilayah Kedemungan Ampang sampai Nisa kepada pihak Kesultanan Dompoe.
Dibalik kegagahan beliau, ada kebiasaan yang dianggap buruk oleh rakyat yaitu suka beristri dan tidak serius menjalankan perintah Agama. Segala hal yang beliau inginkan harus didapatkan, sehingga oleh rakyat digelari MA WA’A CA’U.