SEJARAH KESULTANAN DOMPU

La Bata Na'e yang berganti nama menjadi Sultan Syamsuddin diangkat sebagai Raja Dompu yang ke-9 atau sebagai Sultan Dompu pertama pada tahun 1545 M dengan gelar Ma Wa'a Tunggu.

KEMUNDURAN MAJAPAHIT

Kejayaan Majapahit mulai tampak memudar setelah Mahapatih Gajah Mada meninggal pada tahun 1364 M dan disusul oleh Prabu Hayam Wuruk juga meninggal dunia 1/4 abad kemudian pada 1389 M. Meninggalnya dua tokoh besar Kerajaan Majapahit ini membuat Negeri kehilangan Ruh dan perlahan tapi pasti Kerajaan Majapahit mulai menuju keruntuhan. 

Konflik internal juga membuat kerajaan tersebut makin melemah. Perang Paregreg yang terjadi pada tahun 1404 - 1406 makin mengkonfirmasi kejatuhan Majapahit. Sementara itu, kerajaan-Kerajaan yang menjadi Negeri taklukkan Kerajaan Majapahit sudah mulai berani melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit yang makin melemah, termasuk diantaranya Kerajaan Dompu. 

Kerajaan Majapahit sendiri mengalami keruntuhan besar setelah ditandai dengan kebangkitan Kesultanan Demak Bintaro pada tahun 1478M.


BANGKITNYA KESULTANAN DOMPU

Kerajaan Dompu melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Majapahit yang ambruk pada akhir abad ke-15. Beberapa dekade kemudian, Kerajaan Dompu juga resmi 'berakhir' dan diganti dengan sistem Kesultanan dengan dinobatkannya putra dari Raja Bumi Luma Na'e atau Dewa Ma Wa'a Taho sebagai penguasa baru. Peristiwa ini terjadi 67 tahun setelah berdirinya Kesultanan Demak Bintaro di Jawa Tengah.

Foto Sultan Muhammad Siradjuddin yang bergelar Manuru Kupa di depan Istana Kesultanan Dompu

Sang putra bernama La Bata Na'e yang pada saat itu sudah beragama Islam dan berganti nama menjadi Sultan Syamsuddin dilantik sebagai Raja Dompu yang ke-9 atau sebagai Sultan Dompu pertama 
dengan gelar Ma Wa'a Tunggu. Pelantikan Sultan Syamsuddin diyakini terjadi pada tanggal 12 September 1545 M. Penulis menggunakan kata 'diyakini' karena sampai sekarang belum ditemukan Bukti Primer atau Catatan atau Manuskrip Kuno dari zaman yang menulis atau menceritakan tentang pelantikan pada tanggal tersebut. Di luar kontroversi tanggal pelantikan tersebut, p
elantikan Sultan Pertama dari Kesultanan Dompu ini menjadi awal dimulainya era pemerintahan berlandaskan Islam di Dana Dompu.

Sultan Syamsuddin mendirikan istana Bata (Bata Ntoi) yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kandai Satu sekarang. Beliau juga mendirikan masjid pertama di Dompu dan masjid tersebut diperkirakan berada di sekitar situs purbakala DOROBATA yang juga berada di Kelurahan Kandai Satu dan diperkirakan merupakan sebuah kompleks ASI (Istana) lengkap dengan Tempat ibadah dan pekuburan Islam. Jika kita persempit lagi, lokasi masjid pertama di Dompu tersebut diperkirakan berada di sekitar makam Ulama besar bergelar Waro Kali karena sudah menjadi kebiasaan seorang Ulama apalagi Imam Masjid atau ulama besar suat Negeri dimakamkan di sekitar Masjid. 

Adapun tentang nama Sultan-sultan setelah Sultan Syamsuddin termasuk tahun berkuasa sampai lamanya kekuasaan para sultan tersebut, silahkan dibaca tulisan saya yang berjudul Urutan Sultan Dompu.