Tentunya para pembaca bertanya-tanya apa yang penulis maksudkan bahwa Hari jadi Dompu adalah Bonus dari upaya Pelurusan sejarah Dompu dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul Hari Jadi Dompu ? Apakah penulis berpendapat bahwa penentuan kembali hari jadi Dompu tidak penting...?
HILANGNYA IDENTITAS KARENA TIDAK JELASNYA SEJARAH
Terkait sejarah dan Budaya, masalah terbesar DOMPU saat ini adalah kurang jelasnya alur sejarah kita sejak awal mula terbentuknya peradaban Dompu. Hal ini mengimbas kemana-mana bahkan mencapai tahap membahayakan yaitu hilangnya Identitas KeDOMPUan kita. Tentu kita bertanya apakah kaitannya antara ketidak-jelasan sejarah dengan hilangnya identitas Dompu?
Dari sisi peradaban manusia, hasil penelitian arkeologis menyebutkan bahwa peradaban Dompu sudah terdeteksi semenjak era 2500 SM. Ini hampir seumuran dengan peradaban Mesopotamia di Mesir. Usia peradaban dari era ini tentunya sudah sangat tua. Artinya Dou Dompu sudah menghuni Pulau Sumbawa sejak 25 Abad yang lalu.
Sementara itu, jika ditinjau dari sisi Politis yaitu eksistensi Peradaban Dompu menjadi sebuah Komunitas manusia yang sudah teratur dalam sebuah sistem Sosial, Dompu sebagai sebuah kerajaan sudah tercatat dalam 2 Manuskrip tertua Nusantara yang masih bisa dibaca, yaitu Kitab Negara Kertagama dan Kitab Pararaton yang berasal dari abad ke-14.
Dalam Kitab Pararaton disebutkan bahwa pada tahun 1336 M, Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sebuah Sumpah atau ikrar untuk menaklukkan beberapa Negeri yang saat itu eksis sebagai sebuah Kerajaan besar sehingga harus ditaklukkan. DOMPO adalah salah satu Negeri yang disebutkan harus ditaklukkan. Sementara di Kitab Negara Kertagama, DOMPO disebutkan dalam 2 Pupuh, yaitu Pupuh 14 dan Pupuh 72.
( DOMPO dalam Manuskrip Kuno bisa dibaca dalam tulisan saya sebelumnya dengan judul Manuskrip Kuno tentang Dompu ).
Dari uraian tersebut di atas, kita bisa simpulkan bahwa peradaban Dompu sudah ada sejak abad 2500 SM, sementara Kerajaan DOMPO pada abad 14 sudah eksis sebagai sebuah Negeri yang besar sehingga harus ditaklukkan.
Tetapi Faktanya, banyak dari kita yang tidak tahu tentang sejarah Dompu yang begitu agung dikarenakan kurangnya literatur dan tulisan tentang Dompu. Ditambah dengan sikap masa bodoh sebagian kita sehingga tidak ada keinginan untuk menelusuri keberadaan manuskrip-manuskrip kuno yang menulis tentang Dompu yang berada di berbagai tempat.
Hal yang lebih memprihatinkan, Identitas DOMPU perlahan tapi pasti mulai menghilang karena berkembangnya stigma bahwa Budaya Dompu adalah bagian dari kebudayaan Mbojo, bahkan dianggap Mbojo itu sendiri, padahal Mbojo adalah sebuah peradaban yang sebenarnya berusia lebih muda daripada peradaban Dompu. Sementara secara politis, sebagaimana hasil penelitian dari beberapa sejarawan menyatakan bahwa Kerajaan Bima baru didirikan setelah kerajaan Dompu ditaklukkan dalam sebuah ekspedisi Majapahit bernama Ekspedisi Padompo. Dengan kata lain, Kerajaan Dompu lebih tua daripada Kerajaan Bima.
PELURUSAN SEJARAH UNTUK MENENTUKAN HARI JADI DOMPU
Permasalahan-permasalahan terkait Identitas apalagi sebuah penentuan hari jadi, itu semua akan bisa diatasi dengan adanya upaya Pelurusan sejarah Dompu. Jika sejarah sudah diluruskan maka kejelasan identitas akan makin mudah disampaikan bahwa Dompu bukan bagian dari Mbojo melainkan entitas yang berdiri sendiri bahkan lebih tua dari Mbojo.
Pelurusan sejarah juga akan membawa kita pada alur-alur waktu yang bisa dijadikan tonggak sejarah di setiap era. Dengan demikian, kita pasti mengetahui di tonggak sejarah manakah Dompu mulai didirikan, peristiwa-peristiwa sejarah mana yang mencatat tentang Dompu dsb.
Dampaknya?
Penentuan hari jadi akan dengan mudah ditentukan sampai pada tonggak sejarah tertua yang bisa kita gapai dengan data ilmiah yang kita miliki.
Jika upaya kita hanya sekedar ingin menentukan hari jadi yang berbeda dari sekarang hanya agar kita dianggap lebih tua dari daerah lain tetapi kita tidak ada keseriusan dalam meluruskan sejarah Dompu, maka hal tersebut tentunya Bagaikan Menggantang Asap. Bukankah upaya untuk menentukan hari jadi sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun tetapi tidak pernah ada kesepakatan? Kita harus belajar dari sejarah itu bahwa semua hal tersebut disebabkan karena tidak jelasnya Sejarah Dompu, sehingga harus segera diluruskan.
Itulah yang saya maksudkan dengan kalimat: Hari jadi Dompu adalah Bonus dari Upaya Pelurusan Sejarah yang sempat saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya berjudul Hari Jadi Dompu.
