Konsep awal Blog adiansyah.com sudah muncul sejak 2014 yang saat itu masih merupakan Blog yang dikelola secara sederhana dan masih menggunakan Domain gratisan.

Pada awal dibuat, kami sempat mengisi Blog tersebut dengan dengan beberapa Postingan yang terlalu meluas pembahasannya karena terkait dengan banyak bidang, baik Sosial, Politik, budaya dll. Dan karena sesuatu dan lain hal, Blog adiansyah.com inipun mengalami kekosongan cukup lama dari postingan.

Sampai kemudian belakangan kami merasa bahwa mensosialisasikan sesuatu IDE kepada publik sangat efektif dilakukan lewat Blog karena bisa fokus pada esensi tulisan Tanpa harus terjebak pada debat berkepanjangan tentang sesuatu yang malah menghilangkan inti dari sebuah Gagasan, sesuatu yang sering didapatkan saat menulis di media sosial.

Maka sekarang kami ingin mempersembahkan kepada pembaca tentang tulisan-tulisan kami yang hanya terkait pembahasan tentang Sejarah Dompu, Budaya Dompu dan Identitas DOMPU agar bersama-sama saling belajar dan bisa memahami tentang segala hal terkait KeDOMPUan. Pembaca bisa mencari materi tentang Sejarah Dompu maupun kebudayaannya termasuk identitas keDOMPUan, baik Suku, Bahasa, Kesenian dll. 

Selain Blog, Pembaca juga bisa kunjungi Media sosial kami yang lain yang berformat Video maupun Audio, yaitu YouTube, Facebook, Instagram, Thread, TikTok maupun X.

Kami percaya bahwa DOMPU punya Identitas yang berbeda dan harus dibedakan dari peradaban lain yang selama ini diStigmakan bahwa Identitas Dompu adalah bagian dari identitas Mbojo. Keyakinan ini bukan klaim sepihak tetapi berdasarkan data dan fakta sejarah yang ditemukan dalam pencarian kami akan kebenaran sejarah.

Tampilan Menu dan tulisan dalam Blog ini kami sesuaikan dengan kenyamanan anda dalam membaca tulisan ketika menggunakan Gadget berupa Handphone atau Tablet, dengan tampilan Vertikal untuk menyesuaikan dengan Layar Handphone anda....


Selamat menikmati...

Founder MBOLO Grup

MANUSKRIP

Segera hadir

KONTRIBUTOR

Segera Hadir...

TENTANG DOMPU

SEJARAH KABUPATEN DOMPU
Perjuangan terbentuknya Kabupaten Dompu berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama, mulai dari sistem pemerintahan kerajaan/kesultanan, swapraja, hingga daerah swatantra tingkat II  Selanjutnya>


LAMBANG DAERAH
Unsur-unsur Dalam Lambang Daerah Kabupaten Dompu 
 Selanjutnya>


KONDISI GEOGRAFIS
Kabupaten DOMPU adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Dompu. Kabupaten ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa 
 Selanjutnya>


HARI JADI DOMPU
Belakangan ini para pemerhati sejarah dan budaya yang mempertanyakan kembali hari jadi tersebut bukan disebabkan alasan etis atau tidaknya peristiwa Letusan Tambora yang membawa puluhan ribu korban nyawa dijadikan sebagai hari lahir Kabupaten Dompu, melainkan lebih pada alasan yang prinsipil bahwa eksistensi DOMPU jauh lebih tua dari 11 April 1815  
Selanjutnya>


HARI JADI DOMPU ADALAH 'BONUS' DARI PELURUSAN SEJARAH
Tentunya para pembaca bertanya-tanya apa yang penulis maksudkan bahwa Hari jadi Dompu adalah Bonus dari upaya Pelurusan sejarah Dompu dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul Hari Jadi Dompu ? Apakah penulis berpendapat bahwa penentuan kembali hari jadi Dompu tidak penting...
 Selanjutnya>

HUBUNGI KAMI

KONTRIBUTOR

PUSTAKA

IDENTITAS DOMPU

SUKU DOMPU  
Suku Dompu mendiami wilayah Kabupaten Dompu di bagian tengah Pulau Sumbawa. Masyarakat Dompu memiliki keterkaitan sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar di masa lalu dan dikenal sebagai produsen susu kuda liar. Secara budaya, mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat Bima, namun tetap mempertahankan dialek bahasa dan adat perkawinan yang khas.


BAHASA DOMPU
Bahasa Dompu (Nggahi Dompu) adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digunakan secara luas di wilayah Dompu, Hu'u, Pajo, Woja, hingga Manggelewa. 


BUDAYA DOMPU  
Budaya Dompu adalah kekayaan tradisi unik di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang berakar dari sejarah Kesultanan Dompu, bercirikan penggunaan bahasa atau Nggahi Dompu, serta kental dengan nilai Islam.


CERITA RAKYAT DOMPU  
Cerita rakyat Dompu, Nusa Tenggara Barat, kaya akan legenda kerajaan dan kisah moral. Salah satu yang paling terkenal adalah Legenda Putri Londa, kisah tentang permaisuri raja yang disihir menjadi kerbau, serta tuturan lokal mengenai asal-usul Gajah Mada dari Hu'u. Legenda ini sering berlatar di situs sejarah seperti Doro Londa atau Dorobata.

Berikut adalah beberapa cerita rakyat Dompu:
  • Legenda Putri Nila Fatirah (Putri Londa): Permaisuri Sultan Dompu yang cantik disihir menjadi kerbau oleh nenek sihir yang iri hati. Karena malu, ia mengasingkan diri ke Gunung Londa bersama dua putrinya, Nurul Patindah dan Nurtindah, sambil mengajarkan mereka tata krama dan agama.
  • Gajah Mada dari Hu'u: Masyarakat lokal, khususnya di Hu'u, menuturkan bahwa Gajah Mada berasal dari daerah mereka, dikenal dengan nama La Lembo atau La Lenbo Ro'o Fiko, yang kemudian pergi ke Majapahit.
  • Legenda Danau Satonda: Cerita mengenai terbentuknya danau di Pulau Satonda yang berkaitan dengan kisah cinta dan pelarian.
  • Kisah Fifa Kafirli: Tuturan tentang perempuan berambut panjang yang menetap di Gunung Puma, sering dikisahkan sebagai bagian dari sejarah awal pemukiman di selatan Dompu.
  • Situs Wadu Nocu: Kisah mistis mengenai tiga batu lesung di Desa Saneo, yang dipercaya sering terdengar suara permainan musik dan penampakan kerbau bertanduk.
Cerita-cerita ini umumnya diturunkan secara lisan dan merupakan bagian penting dari warisan budaya, menggambarkan nilai-nilai moral serta asal-usul tempat di Kabupaten Dompu.

 Konsep awal Blog adiansyah.com sudah muncul sejak 2014 yang saat itu masih merupakan Blog yang dikelola secara apa adanya. Nama Blog-pun masih menggunakan nama gratisan.

Pada awal dibuat, kami sempat mengisi Blog tersebut dengan dengan beberapa Postingan yang terlalu meluas pembahasannya karena terkait dengan banyak bidang, baik Sosial, Politik, budaya dll. Blog Adiansyah Dompu inipun mengalami kekosongan cukup lama dari postingan.

Sampai kemudian belakangan kami merasa bahwa mensosialisasikan sesuatu IDE kepada publik sangat efektif dilakukan lewat Blog karena bisa fokus pada esensi tulisan Tanpa harus terjebak pada debat berkepanjangan tentang sesuatu yang malah menghilangkan inti dari sebuah Gagasan, sesuatu yang sering didapatkan saat menulis di media sosial.

Maka sekarang kami ingin mempersembahkan kepada pembaca tentang tulisan-tulisan kami yang hanya terkait pembahasan tentang Sejarah Dompu, Budaya Dompu dan Identitas DOMPU agar bersama-sama saling belajar dan bisa memahami tentang segala hal terkait KeDOMPUan. Pembaca bisa mencari materi tentang Sejarah Dompu maupun kebudayaannya termasuk identitas keDOMPUan, baik Suku, Bahasa, Kesenian dll.

Kami percaya bahwa DOMPU punya Identitas yang berbeda dan harus dibedakan dari peradaban lain yang selama ini diStigmakan bahwa Identitas Dompu adalah bagian dari identitas Mbojo. Keyakinan ini bukan klaim sepihak tetapi berdasarkan data dan fakta sejarah yang ditemukan dalam pencarian kami akan kebenaran sejarah.


Selamat menikmati...

Founder MBOLO Grup

STRUKTUR PEMERINTAHAN KESULTANAN DOMPU

Oleh: Nurhaidah 'DAU' Asikin

Pemerintahan Kerajaan Dompu dijalankan dengan peraturan-peraturan baik Tertulis maupun Tidak Tertulis. Peraturan Tertulis dinamakan Hukum Adat. Kemudian setelah Agama Islam menjadi Agama anutan resmi Kerajaan dan masyarakat, sistem Pemerintahan yang semula berdasarkan Hukum Adat,  berganti menjadi bedasarkan  Hukum Hadat dan Hukum.

KEPERCAYAAN MASYARAKAT DOMPU KUNO

Oleh: Imran Kasiri

Masyarakat Tengah Kuno yang saya maksudkan adalah Masyarakat yang mendiami wilayah Lembah Subur, yang terletak antara Bae Sire disebelah Barat dengan Bae Woro di sebelah Timur dan Sisi Utara dan timur Teluk Cempi. Pada Era Klasik sampai dengan era Kolonial/Kesultanan, Wilayah ini secara "Adat" disebut sebagai LUMA RASA NA'E, Yang Gelar Jabatannya disebut BUMI, kadang disebut dengan RATO LUMA NA'E ( RASA NA'E ).

DADE LA NATA ADALAH DEWA MA WA'A TAHO, RAJA DOMPO PADA SAAT EKSPEDISI PADOMPO

Dalam tulisan tentang Ekspedisi Padompo sebelumnya, sudah ditulis bahwa Ekspedisi Padompo pertama pada tahun 1440M terjadi pada saat Kerajaan Dompo berada di bawah kepemimpinan Raja Dewa Ma Wa'a Taho.

MAKNA SANGAJI DOMPU

Oleh: Nurhaidah 'DAU' Asikin

Sebutan lain Sangaji adalah Hawo Ra Ninu yang berarti  Pengayom atau Pelindung. Dengan kata lain bahwa seorang Raja adalah tempat rakyatnya Berlindung dan Bernaung. Sebutan ini adalah pengkultusan dari rakyat yang mencintaidan meletakkan beberapa harapan kepada Pemimpinnya.

NEGERI KOYING TERLETAK DI PULAU SUMATERA ATAU DI PULAU SUMBAWA ?

Oleh: Imran Kasiri

Ada catatan yang dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari Dinasti Wu (222 M -208 M) tentang adanya negeri Koying. Tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedia T’ung-tien yang ditulis oleh Tu-yu (375 M -812 M ) dan disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedia Wen-hsien-t’ung-k’ao (Wolters 1967: 51).

DEWA TULANGBAWANG, PUTRA RAJA YANG TERDAMPAR DAN MENJADI RAJA


Dalam versi lain tentang kisah Sang Ncuhi Kula yang telah beranak pinak di wilayah Woja dan sekitarnya serta berkembang menjadi Raja Kecil alias Ncuhi setelah anak keturunannya dan pendatang ke wilayahnya berkembang makin banyak, terdapat kisah lain terkait siapa Raja Dompu yang pertama. 

SANG KULA, SANG PATAKULA PENDIRI IMPERIUM DOMPU


Tersebutlah ada empat bersaudara yang terdiri dari Sang Kula dan ketiga adiknya yang bernama Sang Bima, Sang Dewa, dan Sang Jin sedang dalam pengembaraan ke timur untuk mencari sisa-sisa  dari para leluhurnya. Ada juga versi lain yang menyatakan bahwa mereka terdiri dari 3 bersaudara, yaitu Sang Kula, Sang Dewa dan Sang Bima. 

SULTAN DOMPU KE-22: SULTAN MTA. SIRADJUDDIN


Setelah secara sepihak Kesultanan Dompoe digabungkan kedalam Kesultanan Bima yang mengakibatkan protes keras dari masyarakat Dompoe, maka semua elemen masyarakat berjuang untuk mengembalikan hak-hak mereka.

SULTAN DOMPU KE-21: SULTAN MUHAMMAD SIRADJUDDIN


SULTAN MUHAMMAD SIRADJUDDIN bisa dikatakan sebagai Sultan Dompoe yang paling terkenal disebabkan oleh sikapnya yang keras terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Beliau adalah Putra kedua dari Sultan Abdullah II dan berkuasa antara tahun 1882 M sampai dengan tahun 1934 M atau selama 52 TAHUN. Masa jabatan beliau sebagai Sultan Dompoe adalah yang paling lama dalam sejarah Kesultanan. 

SULTAN DOMPU KE-20: SULTAN ABDULLAH II


SULTAN ABDULLAH II merupakan penguasa Keduapuluh Kesultanan Dompoe yang berkuasa antara tahun 1870 M - 1882 M atau selama 12 TAHUN. Beliau dinobatkan sebagai Sultan Dompoe Keduapuluh pada tanggal 3 Juni 1871. 

SULTAN DOMPU KE-19: SULTAN SALAHUDDIN

Nama asli beliau adalah Muhammad Saffar, merupakan Putra pertama dari Sultan Abdul Rasul II. SULTAN SALAHUDDIN adalah Sultan Kesembilan belas di Kesultanan Dompoe. Beliau berkuasa antara tahun 1857 M - 1870 M atau selama 13 TAHUN dan masih mewarisi sedikit dampak dari Letusan gunung Tambora dan kondisi perekonomian rakyat yang sedang dilanda krisis, walaupun sebagian besar permasalahan tersebut sudah bisa dibereskan oleh Ayahanda beliau.